Selasa, 03 Oktober 2017

Ini Keluhan Warga Surabaya Saat Sopir Angkot Unjuk Rasa

Kabar Pojok Surabaya -- Demo sopir angkot di depan kantor gubernur Jatim berdampak arus lalu lintas di wilayah Surabaya. Warga mengeluhkan aksi sopir yang memarkir kendaraannya hingga menyebabkan macet total di beberapa titik. Warga pun mengeluh aktivitasnya terganggu dan tidak bisa ke tempat tujuan.

"Ini saya mau ke Perak tadi muter-muter sampai bingung, sekarang saya lagi mikir mau lewat mana. Demo kayak gini menyusahkan sekali. Aktivitas semua orang terganggu, mbok ya nek meh (kalau mau) demo angkotnya disimpan di rumah, jangan ditaruh di jalan," ujar salah satu pengendara motor Ariono (40), warga Kendondong Kidul di depan pusat perbelanjaan ITC Surabaya kepada detikcom, Selasa (3/10/2017).

Sementara pengguna jalan lain, Harun Cahyono (25) mengaku kerepotan dengan arus lalu lintas macet karena demo. "Repot, ini mau ke Kramat Gantung untuk cari barang interior, tapi jalannya ditutup semua jadi nggak bisa kesana. Saya istirahat aja, capek. Ini saya mikir mau lewat jalan mana, mungkin ini saya balek lagi ke Gubeng (rumah)," tambah warga Gubeng ini.


Namun ada juga pengendara motor yang biasa saja dengan aksi sopir angkot menolak transportasi online.

"Sudah risiko demo kayak gini. Kalau ada demo ya pasti macet. Terkadang perlu demo seperti ini supaya supir mikrolet bisa menyuarakan pendapatnya. Namun kalau suruh milih mikrolet sama angkutan online saya pilih online karena lebih nyaman, praktis dan murah," ujar Bagas (44), warga Sidoyoso.


Dia mengaku bila transportasi online ditutup dan tidak diperbolehkan beroperasi, masyarakat juga akan resah. Terutama pelanggan transportasi online.

"Menurut saya kalau online diberhentikan tentu itu akan meresahkan masyarakat. Ya semua harus tahu tempatnya lah, biarlah sopir mikrolet dan online mencari pelanggannya sendiri-sendiri," ujar Bagas.

Namun jika dilarang beroperasi atau ditutup, Bagas mengaku tidak setuju. "Waduh, kalau ditutup saya juga tidak setuju. Menurut saya angkot itu merepotkan karena harus bolak balik ganti jalur. Pendapat saya, lebih baik dibatasi bukan ditutup. Karena sopir angkot bisa dapet penumpang dan masyarakat juga tetap bisa menikmati transportasi online. Menurut saya dua duanya dibutuhkan," ujar Harun.

Dari pantauan detikcom, warga yang terjebak macet terpaksa turun dari kendaraannya dan memilih beli makanan dan minuman di pinggir jalan. (**/ detik com)

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar