Cari Kabar Disini

Rabu, 10 Oktober 2018

CCTV Di Surabaya Dilengkapi Pendeteksi Wajah


Kabar Pojok Surabaya --Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya punya inovasi baru untuk sistem keamanan dan kenyamanan kota. Terbaru, ada kamera pengawas CCTV dengan face recognition system atau alat pendeteksi wajah. Nantinya, teknologi ini akan diterapkan di seluruh sudut Kota Surabaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menjelaskan, teknologi ini mempunyai kemampuan untuk melacak wajah seseorang dalam segala hal. Mulai dari menangkap pelaku tabrak lari, pendeteksi orang hilang, hingga pelaku teroris.

"Sejak pertengahan bulan lalu CCTV di Surabaya sudah kami lengkapi software face recognition system atau alat pelacak wajah," terangnya saat ditemui di kantornya di Jimerto, Surabaya, Rabu (10/10/2018). 

Menurut Agus, ide ini timbul usai pertemuan jajaran Pemkot Surabaya dalam forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk topik terorisme beberapa waktu lalu. Hal ini mendorong untuk para ahli IT Pemkot Surabaya agar membuat sendiri teknologi face recognition system tersebut untuk meningkatkan keamanan kota.

Pemkot Surabaya secara bertahap telah melakukan peremajaan pada 1.200 unit CCTV yang tersebar di Kota Surabaya. Peremajaan tersebut dilakukan terhadap kamera CCTV yang sudah berkurang fungsinya dan buram. 

"Sehingga diharapkan dengan peremajaan tersebut, dapat menguntungkan dan mendukung program software face recognition," imbuhnya.
Agus mengungkapkan, ada dua teknologi baru yang diterapkan pada kamera CCTV di Surabaya. Pertama, yakni teknologi face recognition system dan teknologi pendeteksi ciri-ciri tertentu. 

“Jadi ada dua fasilitas (sistem) yang kita kembangkan sekarang. Ini sudah jadi sekitar 90 persen. Namun masih uji coba di beberapa titik,” kata Agus.
Nantinya, dua teknologi tersebut akan diterapkan pada 600 titik CCTV pada server jaringan Diskominfo. Namun, pihaknya mengaku masih terus melakukan uji coba dan mengembangkan dua teknologi tersebut. 

“Nanti ini akan diterapkan yang jaringannya Diskominfo, yang jaraknya tidak jauh dari servernya. Nanti kemudian akan bertahap penambahan titiknya,” ujarnya seperti dilansir Kumparan.

Terkait cara kerja teknologi sistem tersebut, sistem yang pertama cara kerjanya akan mengumpulkan data orang sebanyak mungkin berdasarkan wajah. Kemudian data orang tersebut akan tersimpan dalam database Diskominfo. 

“Untuk sistem kedua, sifatnya pemantauan profil, ini untuk kamera yang enggak bisa jarak dekat. Misalnya mendeteksi orang pakai baju ini. Kalau ada model orang yang kayak itu, nanti yang akan dipertajam,” tuturnya.
Agus mengaku, teknologi tersebut cara kerjanya hampir sama dengan sistem CCTV yang diterapkan di Terminal Purabaya. Namun bedanya, kali ini sistem itu dibuat sendiri oleh pihak Diskominfo.

“Kalau ini memang ibu (Wali Kota Risma) yang nyuruh minta untuk bikin sendiri, terus dikembangkan, kan bisa belajar terus dan tidak mengandalkan dari produk pihak luar,” ungkapnya. Bahkan ke depannya, jika pengerjaan dua teknologi itu sudah mencapai tahap 100 persen, Pemkot Surabaya akan mematenkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) nya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajat menambahkan, teknologi face recognition system telah diterapkan setahun yang lalu pada kamera CCTV di Terminal Purabaya. Ada titik 16 kamera yang terpasang teknologi pendeteksi wajah tersebut.

“Tujuannya pertama untuk mendeteksi adanya calo di terminal. Selain itu, juga berfungsi untuk mendeteksi para pendatang,” jelasnya. (*/kum/dyh)

Tidak ada komentar: