Rabu, 27 Maret 2019

20 Menit Gak Direken, Mobil Parkir Sembarangan Langsung Digembok


Kabar Pojok SurabayaDinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menggembok lima mobil di Jalan Sumatera, Selasa (26/3) siang. Pasalnya, kelima kendaraan roda empat tersebut diparkir di bawah rambu larangan parkir, tepat di depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama.

Petugas Dishub Surabaya Achsan Fadholi mengatakan, penggembokan lima mobil itu untuk memberikan efek jera bagi penge
mudi-pengemudi yang lalai. Sebab, rambu larangan parkir sudah lama dipasang di sejumlah titik di Kota Pahlawan. “Jadi, ini bentuk ketegasan kami agar pengendara bisa tertib dan patuh pada rambu lalu lintas," kata Achsan Fadholi.

Dalam operasi ini, Dishub Kota Surabaya dibantu Garnisun Tetap III dan Polrestabes Surabaya. Pada pukul 10.00, Achsan bersama timnya mengetahui ada mobil yang terparkir semarangan. Seketika itu petugas melakukan penindakan dengan menggembok mobil-mobil tersebut.

“Kami sudah tunggu pemilik kendaraannya sekitar 20 menit. Tapi pemilik kendaraan tidak kunjung datang. Ya, akhirnya kami gembok,” jelasnya.

Saat ditelurusi ulang oleh dishub, pengemudi mobil yang parkir di depan KPP Pratama siang kemarin disebabkan oleh oknum juru parkir (jukir) yang tidak bertanggung jawab. Sehingga mereka pun memarkirkan kendaraannya begitu saja di bawah tanda dilarang parkir.

Penindakan ini sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2018, Pasal 24 dan Pasal 35. Dalam perda tersebut tertulis nominal denda. Untuk kendaraan roda empat dendanya sebesar Rp 500 ribu, sedangkan kendaraan roda dua Rp 250 ribu.

“Kami sudah tanya jukirnya, ternyata dia (jukir) tidak resmi. Saya tanya rompinya juga tidak ada. Alasannya basah karena dicuci,” tutur Achsan Fadholi.

Selanjutnya, pihak dishub akan terus melakukan penertiban setiap hari. Agar tidak ada lagi jukir abal-abal dan pengendara yang nekat memarkir kendaraannya di titik-titik larangan parkir.

Sementara itu, salah satu pelanggar, Ati Budi Mulyati, mengaku belum tahu kalau ada tanda dilarang parkir di kawasan Jalan Sumatera. Dia hanya diarahkan oleh jukir yang berjaga di lokasi. “Saya disuruh parkir di situ. Gak taunya tidak boleh parkir,” tutur pemilik mobil Toyota Innova berwarna cokelat ini.

Abimanyu, warga Kota Bekasi, juga kendaraannya ikut terkena gembok. Dia berkilah saat itu kondisi parkiran penuh. Tidak ada ruang yang cukup untuk mobilnya. “Saya dapat surat tilang, disuruh bayar sesuai aturan di surat. Saya kira jukirnya resmi. Ternyata kok abal-abal. Tarifnya juga biasa Rp 5.000,” katanya. [radar]

Tidak ada komentar: