Kamis, 14 November 2019

Berhasil Diringkus, 4 Pelaku Curanmor di Minimarket


Kabar Pojok Surabaya -  Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil meringkus empat pemuda komplotan spesialis curanmor yang kerap beraksi di parkiran minimarket dan warnet.
Keempatnya adalah Ferdi (24), warga Jalan Kalilom Timur; Nanda (20), warga Jalan Perintis Pulungan, Kecamatan Sedati Sidoarjo; Edi P (21), warga Jalan Lebak Rejo Tambaksari dan Jainal (22), warga Jalan Dukuh Setro.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menjelaskan sesuai catatan petugas, sedikitnya 22 lokasi telah disatroni empat sekawan ini.


Dari hasil penyidikan, 22 lokasi yang dijarah sasaran komplotan ini adalah parkiran minimarket dan warnet. Diantaranya parkiran minimarket Jalan Kapas Krampung, Jalan Bronggalan, Jalan Gebang Putih, sekitar Kampus ITS, Pasar Kapas Krampung, Jalan Karang Empat, Rumah Kos Jalan Bogen, kawasan Tropodo, Sidoarjo, Jalan Pacar Kembang, Minimarket di Jalan Tambaksari dan Apotik di Jalan Setro.

Lokasi lain adalah, parkiran di Pasar Gedangan, Sidoarjo sebanyak dua kali, minimarket dj Jalq Bronggalan, parkir di depan SMK V tepatnya di samping SPBU Dharma Husada, di parkiran seberang sate Ponorogo Jalan Kertajaya. Minimarket di Jalan Bronggalan, di Jalan Tropodo, Sidoarjo.

"Selain minimarket dan parkiran, tersangka juga menyasar parkiran warnet yang terlihat sepi. Mereka berhasil menggondol motor di warnet yang berada di Jalan Bratang, serta warung kopi di kawasan Keputih," kata Bima.

Dalam beraksi, keempat tersangka selalu berbagi tugas. Mereka secara bersama-sama mengendarai dua motor mencari sasaran.

"Setelah mendapatkan incaran, dua tersangka turun mendekati lokasi motor terparkir. Namun, mereka juga selalu melengkapi diri dengan senjata tajam dan beberapa jenis kunci letter T yang terbuat dari baja," ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, dari 22 lokasi yang sudah diacak-acak, para tersangka selalu mendapatkan hasil motor. Bahkan, dalam satu lokasi, mereka tidak jarang berhasil mendapatkan dua motor sekaligus.

"Dari hasil pengakuan, motor yang akan dicuri harus terlebih dulu sudah ada yang memesan. Selama kurang lebih dua tahun menjalankan aksi curanmor itu, mereka kerap mendapatkan pesanan tiga motor yakni Honda Beat, Honda Vario dan Honda Supra," papar mantan Kanitreskrim Polsek Pakal itu.

Selain mencuri motor, petugas juga sempat dikagetkan dengan pengakuan tersangka. Mereka juga tidak segan melakukan aksi penjambretan saat ada kesempatan di jalan.

Itu diperkuat dari barang bukti beberapa kalung emas yang ditemukan di kos yang sengaja digunakan untuk menyimpan hasil curian itu
Dilansir dari jatimnow, polisi juga menyita barang bukti belasan kunci letter T berbagai bentuk, berbagai kunci palsu yang digunakan untuk mengelabui petugas saat membawa hasil curian, enam motor hasil curian yang belum sempat dijual, serta satu pisau penghabisan yang sempat digunakan untuk menyerang petugas.

Ferdi, salah satu tersangka mengaku jika mata kunci letter T yang digunakan untuk beraksi itu sengaja dibuat dari bahan dasar baja dan dicetak sendiri.

"Mata kuncinya buat sendiri dari baja. Kami sengaja membeli peralatan untuk melebur baja," kata Ferdi. [jn/*]
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar