Cari Kabar Disini

Senin, 02 Desember 2019

Selain Tembak Mati Dua Kurir Narkoba, Polisi Juga Tangkap Pelaku Lainnya


Kabar Pojok SurabayaSebelum menembak mati dua kurir narkoba di wilayah Sukomanunggal Surabaya, polisi lebih dulu menangkap satu pelaku lainnya. Dari penangkapan pelaku berinisial DP (46) warga Malang itu, polisi bisa mengetahui keberadaan dua kurir yang ada di Surabaya.
Kombes Pol Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi adanya pengiriman sabu-sabu dari Jakarta ke Surabaya. Pelaku membawa barang haram asal Malaysia itu menggunakan kereta api.

"Kami bersama tim berangkat mengembangkan ke Jakarta. Tapi begitu sampai di sana, pelaku sudah tidak ada dan menuju ke Semarang. Kemudian, kami mengejarnya tapi sudah tidak dapat dikejar. Akhirnya, kami menunggu di Stasiun Pasar Turi dan berhasil menangkap pelaku," kata Sandi, seperti dikutip suarasurabaya, Senin (2/12/2019).

Saat digeledah barang bawaan pelaku, lanjut dia, polisi menemukan 3 bungkus plastik sabu-sabu seberat 3 gram. Kepada polisi, pelaku mengaku diminta oleh seseorang berinisial DUL yang masih DPO atau buron. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari pengembangan kasus penangkapan pelaku DP itu, polisi mendapatkan informasi bahwa ada pengiriman 10 kilogram sabu-sabu dari Malaysia menuju Surabaya. Pengiriman 10 kilogram sabu-sabu itu, dibagi dalam 5 kelompok.

Masing-masing kelompok membawa 2 kilogram sabu-sabu. Salah satu kelompok yang ditugaskan itu adalah dua kurir yang ditembak mati polisi yaitu, DS warga Malang dan TG warga Sidoarjo. Mereka diketahui sudah berada di Sukomanunggal Surabaya, beserta sabu-sabu yang dibawanya.

Penangkapan terhadap kedua kurir itu, berakhir dengan penembakan yang menyebabkan keduanya meninggal. Sebab, para pelaku melakukan perlawanan kepada petugas. Sehingga, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur.

"Polrestabes Surabaya tidak akan sungkan melakukan tindakan tegas terukur bagi para bandar dan jaringan narkoba yang ada di Surabaya, dan berani masuk ke Surabaya. Karena bahaya narkoba sangat luar biasa merusak, mental, fisik, sosial, ekonomi, dan generasi kita," ungkapnya. [ss/*]

Tidak ada komentar: