Cari Kabar Disini

Jumat, 10 Januari 2020

Nekat Buka, Lokalisasi Moroseneng Digerebek Polisi


Kabar Pojok SurabayaSetelah mengamankan 21 orang yang terdiri dari 13 Pekerja Seks Komersial (PSK), tiga lelaki hidung belang dan lima makelar (germo) prostitusi di lima wisma di Jalan Sememi Jaya I, Benowo, Kamis (9/1) dinihari, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan satu orang sebagai tersangka. Irvan alias Rawon akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Ia diketahui sebagai pengelola wisma Sumber Mas.
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, setelah penyidikan yang dilakukan terhadap 21 orang tersebut akhirnya Irvan ditetapkan tersangka. Ia tidak hanya sebagai makelar saja melainkan pengelola wisma sumber mas.

Dalam penggerebekan ini di dalam wisma yang dikelola tersangak ditemukan dua pasangan sedang berhubungan badan serta enam PSK. “Kami tetapkan tersangka karena saat itu kami temukan aktifitas seksual di wisma tersebut,” ujarnya.

Selain tersangka Irvan, pihaknya juga menetapkan laki-laki berinisial A sebagai DPO karena saat penggerebekan tidak berada di lokasi. Pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap A yang diketahui sebagai pengelola wisma Srikandi.

Dalam penggerebekan wisma yang dikelola A ini ditemukan dua orang PSK, satu pasangan sedang berhubungan seksual dan tiga makelar prostitusi. “Penetapan tersangka terhadap Irvan ini, kami juga mengamankan barang bukti uang Rp 400 ribu, buku tamu, dan tisue dengan bekas sperma,” katanya.

Tersangka Irvan mengatakan, ia baru sebulan bekerja sebagai pengelola wisma tersebut. Tersangka yang mengenakan topeng ini mengaku, sebelumnya ia bekerja sebagai kuli bangunan di proyek. Selanjutnya, ia diajak seseorang bernama Ali untuk menunggu wisma tersebut. Ia saat itu bertugas untuk mencari pelanggan juga di lokasi tersebut. “Satu pelanggan saya bisa dapat uang Rp 25 ribu,” terangnya.

Irvan alias Rawon mengaku, tidak tahu menahu bagaimana cara merekrut wanita yang dijajahkan sebagai PSK ini. Apalagi kebanyakan PSK berasal dari luar Surabaya. Untuk perekrutan tersebut semua dilakukan Ali.

Pelanggan yang hendak menikmati esek-esek di tempat tersebut dipatok dengan harga Rp 180 ribu. “Saya hanya dapat bagian sedikit, PSK dapat Rp 80 ribu, sisanya disetor. Kalau untuk PSK-nya ada yang mencari sendiri,” ujarnya. [dyh/*]


sumber: radarsurabaya

Tidak ada komentar: