Selasa, 28 April 2020

Curhat Pilu Pekerja Terminal Bungurasih Saat Corona: Tak Ada Pemasukan dan Bantuan

Curhat Pilu Pekerja di Terminal Purabaya

Kabar Pojok SurabayaMomentum Ramadhan hingga Lebaran merupakan saat-saat yang ditunggu mandor bus malam di Terminal Purabaya. Seperti yang diungkapkan Moch. As'ad. Bagaimana tidak, pada momentum ini penumpang bus biasanya membludak hingga berkali-kali lipat.
Namun, kehadiran virus Corona melenyapkan segalanya. Jangankan mendamba penghasilan yang ikut naik, akibat COVID-19 ini, pendapatan pria yang akrab disapa Piyak ini menurun drastis.

Bahkan, Piyak kebingungan bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangganya karena terancam tak ada pemasukan hingga 14 hari ke depan.

Kebingungan Piyak ini tak lain akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diterapkan di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Akibatnya, baik Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) hingga bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tidak diperkenankan masuk ke terminal.

"Poooll sepi nggak ada bus yang parkir sama sekali. Yang jelas nganggur semua dari sopir, kenek, kondektur, pedagang asongan, soalnya nggak ada aktivitas," kata Piyak di Terminal Purabaya yang berlokasi di Bungurasih, Waru, 
Sidoarjo, sebagaimana dikutip dari Detik.com, Selasa (28/4/2020).

Piyak mengaku tak ada yang bisa dilakukan usai bus AKDP hingga AKAP tidak beroperasi. Dia mengatakan hanya bisa di rumah saja sambil mencari pekerjaan serabutan lain.

"Terpaksa di rumah saja, kita juga ndak ada pemasukan sama sekali," imbuhnya.

Piyak menceritakan di awal pandemi COVID-19 ini penumpang bus memang mengalami penurunan drastis.

Piyak mengaku dalam sehari kadang busnya hanya menerima satu atau dua penumpang. Kadang dia mengaku bus yang dimandorinya tidak beroperasi karena terhitung akan merugi jika membawa satu atau dua penumpang saja.

Saat disinggung apakah dirinya mengikuti program Prakerja hingga mendapatkan bantuan dari pemerintah, Piyak menyebut selama ini dirinya belum tersentuh bantuan apapun.

Piyak berharap, pemerintah juga memperhatikan nasib para supir bus, kenek, kondektur hingga pedagang asongan yang memiliki gaji harian. Piyak menyebut jika tak bekerja, para pekerja ini tak akan mendapatkan gaji bulanan seperti pegawai kantoran atau PNS.

"Selama ini nggak ada sama sekali bantuan berupa apapun. Harapannya semoga pemerintah segera memberi bantuan dan memperhatikan nasib mandor, sopir bus AKAP atau AKDP dan pedagang asongan yang nggak bisa kerja lagi karena terminal ditutup," harap Piyak.

Sementara salah satu pedagang asongan di Terminal Purabaya, Dwi, mengatakan sejak pagi belum ada penumpang yang membeli barang dagangannya. Di terminal, Dwi berjualan koran.

"Sepi terminalnya nggak ada penumpang. Dari tadi belum ada yang beli," pungkasnya. [*/dyh]

[sumber: detik.com]

Tidak ada komentar: