Kamis, 22 Oktober 2020

Berhasil Keluar Setelah Pecah kaca Jendela, Wanita Ini mengaku Dipukuli Pacar dan Disekap di Apartemen

"Dipukul berkali-kali, pertama dipukul wajah kiriku, kanan pelipis sampai keluar darah segar,” tambahnya.



Kabar Pojok SurabayaWanita cantik bernama Anggriani Chintami Ayu (32) asal Banjarmasin, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsek Lakarsantri, Surabaya.



Dia mengaku dianiaya kekasihnya, RZ, di sebuah apartemen di kawasan Surabaya Barat pada Kamis (15/10/2020) subuh. Anggraini bahkan mengaku harus memecah kaca jendela apartemen untuk dapat keluar dari apartemen tersebut.

Kepada wartawan, Anggraini menceritakan kronologi penganiayaannya.

"Aku dijemput dari apartemen temenku. Terus masuk ke apartemennya Rabu (14/10/2020) malam. Di sana kita (korban dan terduga pelaku) ngobrol biasa. Tapi ada cek cok kecil. Aku sebel terus banting handponenya. Pas subuhnya itu saya langsung dibogem," ujar Anggriani, Rabu (21/10/2020).

Anggriani bahkan mengaku RZ tak hanya memukulnya sekali saja.

"Dipukul berkali-kali, pertama dipukul wajah kiriku, kanan pelipis sampai keluar darah segar,” tambahnya.

Usai puas melampiaskan emosinya, RZ kemudian mengunci pintu kamar apartemen dari luar lalu meninggalkan korban di dalam kamar sendiri.

"Sempat panggil dia sekuriti untuk pastikan saya tetap di dalam terus dikunci dari luar dan kuncinya ditaruh pintu luar kamar," lanjutnya.

Tak ingin menderita lebih lama, Anggriani lalu terpaksa memecah kaca jendela apartemen yang menghadap ke jalan.

"Disitu aku teriak minta tolong untuk dibukakan kamar oleh sekuriti. Setelah itu aku langsung telepon taksi dan minta diantar ke kantor polisi. Awalnya ke Polsek Wiyung tapi karena kejadiannya di wilayah Lakarsantri aku diantar ke sana (Polsek Lalarsantri)," terangnya.

Anggriani berharap, agar polisi benar-benar memproses hukum aksi penganiayaan yang dialaminya.

Meski dengan ketakutan, lantaran terduga pelaku tersebut sempat mengaku sebagai tim sukses inti dari calon Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

"Berharap laporan saya diproses. Dia ngakunya juga tim inti Gibran di Solo. Takutnya nanti gimana-gimana," tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Lakarsantri AKP Hendrix K Wardhana membenarkan laporam tersebut.

"Saat ini sedang kami selidiki," ujarnya seperti dilansir surya.co.id, Rabu (21/10/2020) malam.

Disinggung terkait luka korban, Hendrix mengatakan hasil visum menyebut jika lukanya tidak terlalu parah.

"Tidak (parah) sih," singkatnya. [dyh/*]





Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar