Senin, 22 Februari 2021

Warga Sidodadi ini Telah 13 kali Menjambret dan Kecanduan Narkoba



Kabar Pojok Surabaya - Pernah mendekam di penjara atas kasus pencurian tak lantas membuat Fiski Ananda Setiono (24), warga Jalan Sidodadi X, Surabaya menjadi kapok.


Setelah pernah ditangkap Polsek Sukolilo atas kasus pencurian  pada tahun 2011, kali ini Fiski ditangkap Unit Reskrim Polsek Bubutan atas kasus pencurian dengan kekerasan dan penyalahgunaan narkotika.

Seperti dilansir jatimnow.com, Kanit Reskrim Polsek Bubutan AKP Oloan Manullang menyebut, awalnya Fiski diburu atas informasi yang masuk bahwa Fiski terlibat penyalahgunaan narkoba. Dia disergap di SPBU Karangpilang, Surabaya pada Jumat (12/2/2021).

Tidak sendiri, Fiski disergap Manullang dan timnya saat bersama Moch Lutfi (20), warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Dari keduanya disita satu poket sabu seberat 0,55 gram.

"Dalam pemeriksaan terungkap, kedua pelaku ini membeli sabu setelah menjual handphone (HP) hasil rampasan. Perampasan itu mereka lakukan di Jalan Mastrip, Surabaya," ujar Manullang, Senin (22/2/2021).

Mendapati keterangan itu, penyidik terus mengorek keterangan dari kedua pelaku. Hingga didapat keterangan bahwa pelaku Fiski ini yang menjadi otak kejahatan tersebut.

"Pelaku Fiski ini sudah 13 kali menjambret, sedangkan pelaku Lutfi, baru sekali itu diajak Fiski," tambah Manullang.

Dalam pemeriksaan lanjutan akhirnya terungkap bahwa Fiski sudah menjambret di Jalan Pahlawan, depan Mal BG Junction, Jalan Arjuna, Jalan Demak, Jalan Karangpilang, Jalan Gentengkali, Jalan Kembang Jepun, Jalan Semarang, Jalan Bubutan, Jalan Pasar Turi, Jalan Dupak hingga Jalan Mastrip.

Sebelum ditangkap, Fiski mengajak Lutfi mengisap sabu. Setelah fly, keduanya menguntit seorang wanita di Jalan Mastrip dan berhasil merampas HP korban. Keduanya menjual HP rampasan itu untuk dibelikan sabu.

"Sebelum sabu itu mereka konsumsi, mereka kami sergap," jelasnya.

Kini Manullang dan timnya tengah memburu komplotan Fiski yang diajak merampas di TKP lainnya. Juga keterlibatan kelompoknya dalam penyalahgunaan narkoba.

"Kami masih dalami dan kembangkan kasus ini," tandas Manullang. [dyh/*]



Share



Berikan Komentar Anda 




Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar