Sabtu, 06 Maret 2021

Dicabuli Kepala Sekolahnya, Siswi SMK Melapor ke Mapolrestabes Surabaya


"Foto-foto alumni yang pernah ia gitukan juga ada, kakak kelas saya pun juga ada. Ada salah satu foto kakak kelas saya duduk di antara selakangan dia, ..."


foto: Antara




Kabar Pojok Surabaya - Seorang siswi SMK swasta di Surabaya melaporkan AF kepala sekolahnya terkait kasus dugaan pencabulan dan penyekapan ke polisi.

Siswi berinisial ARN (19) ini didampingi orangtuanya untuk melaporkan kepala sekolah SMK di kawasan Jalan Kedung Anyar VIII ke Mapolrestabes Surabaya, Rabu (3/3/2021).


Laporan pencabulan terhadap anak itu tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor Nomor : TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya.

Kepala sekolah itu dilaporkan atas dugaan kejahatan tindak pidana Pencabulan Terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal :83 UU RI No 17 Tahun 2016 jo Pasal 76-e UU No 35 Tahun 2014 tentang Penetapan Perpu No 1 Th 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

ARN mengaku, pada akhir Desember 2019, ia mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dilakukan guru. Saat sekolah dalam keadaan kosong, ARN disekap di dalam ruangan dan dicabuli. Ironisnya, perlakuan tidak terpuji itu dilakukan di dalam ruangan Kepala Sekolah.

"Kejadiannya bulan Desember tahun 2019, 3-4 hari sebelum tahun baru," katanya.

ARN mengaku tak berdaya saat kepala sekolahnya melakukan aksi bejatnya. "Waktu di ruangan, kepala sekolah membuka baju saya. Saya sudah berusaha melawan tapi tidak bisa, ia ninggi saya. Pintu dikunci, jendela gak bisa dipecahin," tuturnya.

Sebelum pelecehan terjadi, awalnya ARN dan kepala sekolah hanya berbincang santai. Termasuk membicarakan perlakuan serupa pada siswa lain. Bahkan ARN juga ditunjukkan foto-foto alumni yang pernah mendapat perlakuan sama yang tersimpan di smartphone milik kepala sekolah.

"Foto-foto alumni yang pernah ia gitukan juga ada, kakak kelas saya pun juga ada. Ada salah satu foto kakak kelas saya duduk di antara selakangan dia, ada foto seperti itu juga. Lokasinya sama di dalam ruangan kepala sekolah," ungkapnya 
 seperti dikutip dari Okezone.com.





ARN mengaku baru melaporkan kasus itu sekarang karena selama ini hanya menahan malu dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Sementara siswi lain yang diduga mendapat perlakuan sama pun memilih diam meski dihantui ketakutan jika bertemu oknum kepala sekolah tersebut. [dyh/ant/oke/*]



Berikan Komentar Anda 



Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar