Bisnis Takjil Dadakan, Bermodal Rp 2 Juta Omzet Bisa Belasan Juta



Kabar Pojok SurabayaBerjualan takjil di bulan ramadan kerap dirasa menjadi pilihan yang tepat untuk menambah pemasukan uang. Dengan bermodal uang sejuta hingga dua juta, pedagang takjil bisa meraih omset selama bulan ramadhan hampir belasan juta, bahkan ada yang puluhan juta.



Itu telah dibuktikan sendiri oleh Budiarto (47), pedagang takjil dadakan yang berjualan di jalan Karang Menjangan Surabaya.

Dikutip dari surya.co.id, lelaki yang akrab disapa Budi itu telah berjualan takjil dadakan setiap bulan puasa sejak tahun 2008.

Budi mengaku, di tahun 2019 lalu, saat sebelum ada pandemi covid-19, ia berhasil meraih omzet hingga 18 jutaan.

Omset yang berhasil didapat Budi itu, dari hasil penjualan takjil beraneka ragam jenis kuliner.

"Jadi kalo saya sendiri, jualan takjilnya bervariasi mas, tidak hanya satu jenis. Ada aneka minuman seperti es kopyor, es dawet dan es buah.

Sedangkan aneka makanan ada gorengan hingga jajanan basah seperti pukis," jelasnya.

Modal awal yang dikeluarkan Budi saat menjadi pedagang takjil dadakan tiap tahunnya di bulan puasa hanya berkisar 1 juta hingga 2 juta.

Sempat meraih omset setara harga OTR Yamaha Vega saat berjualan di 2019, Budi mengaku saat di 2020 kemarin, omzet menurun drastis.

"Kalo 2020 kemarin memang omset menurun drastis hampir 75 persen, ini karena ditahun kemarin ada aturan ketat menjual takjil, karena dirasa menimbulkan kerumunan dan banyak juga orang takut keluar rumah," ujar bapak 2 anak itu.

Kendati sempat mengalami penurunan omzet, Budi optimistis di tahun ini ia bisa meraih kembali omset setara omset yang ia dapat pada tahun 2019 lalu.

"Ramadhan 2021 ini kan pemerintah telah membolehkan kami (pedagang takjil dadakan) untuk berjualan seperti sedia kala.

Oleh karenanya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, saya optimistis bisa dapat meraih omset selama sebulan berkisar 18 jutaan lah, sama seperti di tahun 2019 kemarin," tuturnya.

Tak hanya Budi, hal yang serupa juga dikatakan Andin (27), pedagang takjil dadakan lainnya.

Berbeda dengan Budiarto, Andin terhitung baru berjualan takjil dadakan dikawasan Jalan Karang Menjangan.

"Saya berjualan disini sekitar 3 tahunan, kalo sebelum pandemi dengan modal sejuta saya bisa dapet untung 150 ribu tiap harinya dari hasil gorengan yang saya jual, jadi perbulan bisa dapet 4,5 jutaan. Tapi pas tahun kemarin ada pandemi omset menurun drastis," ungkap Andin.

Meski sempat mengalami penurunan omset ditahun 2020 kemarin, Andin mengatakan, ia optimistis bisa meraih untung banyak di Ramadhan 2021 kali ini. [sur/dyh/*]




Share


Berikan Komentar Anda 

Komentar

Kabar POPULER

Dihadiahi Timah Panas, Perampas HP Di Jalan Ir Soekarno Berhasil Ditangkap